Pemprov Lampung Targetkan Distribusi 1 Juta Liter Minyakita Lewat Operasi Pasar

Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bergerak cepat menekan lonjakan harga minyak goreng Minyakita dengan menggelar operasi pasar di sejumlah pasar tradisional, Jumat (22/5/2026).

Langkah ini dilakukan setelah harga Minyakita di pasaran sempat menembus Rp21 ribu per liter, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, M. Zimmi Skil, mengatakan Pemprov Lampung bersama 15 kabupaten/kota kini menggelar operasi pasar serentak dengan target distribusi mencapai 1 juta liter Minyakita.

“Kita minta satu juta liter kepada Bulog untuk menstabilkan harga di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung,” ujar Zimmi.

Ia menjelaskan, Minyakita memiliki peran penting sebagai penyeimbang harga minyak goreng di masyarakat.

Produk tersebut diproduksi oleh perusahaan eksportir crude palm oil (CPO) dan turunannya sebagai bagian dari kewajiban perusahaan yang melakukan ekspor.

“Kita sama-sama tahu bahwa Minyakita itu sebagai penyeimbang harga minyak goreng. Minyakita adalah minyak yang diproduksi oleh perusahaan eksportir CPO dan turunannya. Kalau perusahaan tersebut ekspor, maka berkewajiban membuat Minyakita,” katanya.

Menurut Zimmi, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025, distribusi Minyakita sejatinya diperuntukkan bagi pasar, bukan untuk bantuan pangan.

Namun pada November-Desember 2025 dan Februari-April 2026, Minyakita digunakan sebagai tambahan bantuan pangan pemerintah bersama beras 10 kilogram.

“Nah, yang digunakan adalah minyak goreng Minyakita untuk penambahan bantuan pangan empat liter ke seluruh Indonesia,” jelasnya.

Kondisi itu membuat distribusi Minyakita ke pasar tradisional sempat tersendat sehingga stok berkurang dan harga melonjak.

“Minyak goreng tidak langka, tetapi Minyakita itu distop distribusinya ke pasar. Sehingga Minyakita sebagai penyeimbang harga minyak goreng itu tidak ada lagi penyeimbang harga minyak goreng di pasar,” ujarnya.

Pemprov Lampung berharap distribusi Minyakita kini kembali normal setelah program bantuan pangan tidak lagi menggunakan produk tersebut.

Zimmi menyebut, operasi pasar yang berlangsung sepanjang Mei 2026 mulai menunjukkan hasil positif.

Berdasarkan pantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga Minyakita di sejumlah pasar kini sudah berada di bawah HET.

“HET Minyakita Rp15.700, tetapi di pasar-pasar pantauan SP2KP harganya sudah Rp15.500. Semoga saja minyak kita yang berasal dari luar Provinsi Lampung itu akan tertekan harganya sehingga mengikuti HET,” katanya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *