Lampung Selatan — Tim Bulutangkis Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung optimistis mampu memenuhi target satu medali emas dan satu medali perak pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.
Optimisme tersebut disampaikan dua Manajer Tim Bulutangkis PWI Lampung, Aswarodi dan Imam Ghozali, seusai meninjau langsung sesi latihan gabungan Tim PWI Lampung bersama Tim Pornas Korpri di Gedung Olahraga Ryuga, kawasan Hajimena, Lampung Selatan, Selasa (15/9/2026) malam.
Manajer Tim Bulutangkis PWI Lampung, Imam Ghozali, menilai target tersebut cukup realistis dan memiliki dasar yang kuat.
Salah satu acuannya adalah pencapaian Lampung pada Porwanas sebelumnya di Kalimantan Selatan, ketika kontingen bulutangkis Lampung berhasil membawa pulang satu medali perak dan satu medali perunggu.
“Target satu emas dan satu perak sangat realistis. Apalagi pada Porwanas 2027 mendatang Lampung berstatus sebagai tuan rumah. Dengan persiapan yang lebih matang, kami berharap motivasi dan semangat para atlet juga semakin meningkat,” ujar Imam.
Saat ini, Tim Bulutangkis Porwanas Lampung telah menyiapkan 11 atlet dari kalangan wartawan yang aktif menjalani latihan rutin.
Program latihan tersebut dilakukan bersama Tim Pornas Korpri yang juga tengah mempersiapkan diri menghadapi ajang olahraga tingkat nasional pada akhir 2027.
Latihan gabungan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas permainan sekaligus membangun kekompakan dan mental bertanding para atlet.
Selain latihan rutin, kedua tim juga akan mengikuti sejumlah turnamen sebagai ajang mengasah kemampuan dan mengukur kesiapan.
Salah satu agenda yang telah dipersiapkan adalah Kejuaraan Bulutangkis Gubernur Lampung Cup yang dijadwalkan berlangsung pada akhir September mendatang.
Pengalaman bertanding dalam berbagai kejuaraan diharapkan dapat menjadi modal penting bagi para atlet untuk meningkatkan jam terbang, mematangkan strategi, serta memperkuat mental sebelum tampil pada Porwanas 2027.
Dengan persiapan yang dilakukan sejak jauh hari, Tim Bulutangkis PWI Lampung berharap status sebagai tuan rumah tidak sekadar menjadi keuntungan dari sisi dukungan publik, tetapi juga mampu diwujudkan melalui prestasi di lapangan.
